Berita Terkini
Internasional

Virus Korona Paling Cepat Menyebar Lewat Aerosol

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 22 September 2020 13:29 WIB · 2 menit baca
Virus Korona Paling Cepat Menyebar Lewat Aerosol
Ilustrasi penularan virus Korona lewat aerosol

PUBLIKSATU – Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat memperbarui panduan pada situs webnya bahwa virus Korona ternyata paling cepat menyebar lewat aerosol. Artinya mikro droplet yang dikeluarkan setiap orang terinfeksi dari mulai bernapas, bicara, batuk, dan bernyanyi. Lalu mikro droplet lewat aerosol itu melayang di udara selama berjam-jam.

Ternyata kondisi inilah yang membuat penularan semakin cepat. Penularan melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil, seperti yang ada di aerosol yang diproduksi bahkan ketika seseorang bernapas.

“Virus di udara, termasuk Covid-19, termasuk yang paling menular dan mudah menyebar,” ungkap situs tersebut.

Sebelumnya, laman CDC mengatakan bahwa Covid-19 diperkirakan menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat kurang dari 2 meter. Lalu melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.

Dilansir dari CNN, Senin (21/9), CDC mengatakan Covid-19 paling sering menyebar antara orang-orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain. Dan sekarang mengatakan virus itu diketahui menyebar melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil, seperti yang ada di aerosol, yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, bernyanyi, berbicara atau bernapas.

“Partikel ini dapat menyebabkan infeksi ketika terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru,” kata CDC.

“Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus,” tambah pernyataan itu.