Internasional

Anwar Ibrahim Klaim Dapat Dukungan Kuat Bentuk Pemerintahan Baru

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 24 September 2020 14:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Anwar Ibrahim Klaim Dapat Dukungan Kuat Bentuk Pemerintahan Baru
Anwar Ibrahim

PUBLIKSATU – Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, mengklaim bahwa dirinya telah mendapatkan dukungan yang kuat dan meyakinkan dari anggota Parlemen (MP) untuk membentuk pemerintahan baru. Yang dimaksud adalah menggantikan pemerintahan Perikatan Nasional (PN) yang berkuasa.

Dengan kata lain, dalam jumpa pers Rabu (23/9), Anwar Ibrahim memiliki mayoritas suara membentuk pemerintahan baru Malaysia sekaligus menggantikan pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin. Bisa diartikan Anwar Ibrahim menduduki kursi Perdana Menteri.

Anwar juga mengatakan bahwa dirinya telah menerima persetujuan untuk melakukan audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Selasa (22/9). Hanya saja audiensi ditunda setelah Yang Mulia harus ke National Heart Institute untuk menjalani perawatan.

“Alhamdulillah, saya telah mengumpulkan dukungan yang kuat dan meyakinkan dari anggota parlemen untuk saya sampaikan kepada Yang di-Pertuan Agong,” sebut Anwar Ibrahim seperti dilansir Bernama.

“Dukungan yang kuat dan meyakinkan ini berarti, pada saat ini, pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah jatuh,” imbuh Anwar Ibrahim.

Tanpa menyebutkan jumlah anggota parlemen yang diklaim mendukungnya, Anwar Ibrahim yang juga Pemimpin Oposisi, mengatakan bahwa mereka sebagian besar adalah warga Melayu dan Muslim. Anwar mengatakan semua detail dan langkah selanjutnya akan terungkap setelah audiensi dengan Raja.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan akan dibentuk koalisi baru untuk menggantikan PN, Anwar memberikan jawaban. “Tentu akan ada koalisi baru dengan mitra baru. Dengan dukungan mereka, kami akan membahas pengaturan dan kesepakatan baru. Kami ingin membentuk pemerintahan yang kuat dan menolak segala bentuk ketidakadilan,” jelas Anwar Ibrahim.

Bagikan