Berita Terkini
Nasional

Akmal Taher Mundur Dari Satgas Covid-19, Pengamat: Itu Artinya Ada Yang Salah Dalam Penanganan Covid

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 27 September 2020 03:50 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Akmal Taher Mundur Dari Satgas Covid-19, Pengamat: Itu Artinya Ada Yang Salah Dalam Penanganan Covid

PUBLIKSATU - Mundurnya Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang juga spesialis urologi Akmal Taher dari Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, mengindikasikan ada sesuatu yang salah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Karena itu, sikap Akmal Taher adalah wajar dalam rangka memegang prinsip dan tanggung jawab kepada rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (26/9).

"Jika seorang guru besar mundur. Itu artinya ada yang salah dalam penanganan Covid yang dilakukan pemerintah. Seorang akademisi atau ahli itu berpikir dan bertindaknya objektif, terukur, rasional, dan tak boleh bohong," kata Ujang Komarudin.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban ke rakyat, wajar jika beliau mundur," imbuhnya.

Apalagi, kata Ujang, alasan Akmal Taher mundur dari satgas Covid-19 lantaran menyesalkan tracing dan testing tidak diprioritaskan pemerintah.

"Jika penanganan Covid seperti tracing dan testing tak diprioritaskan, maka penanganan Covidnya akan serampangan dan asal-asalan," tutur Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Bagikan