Nasional

Revolusi Industri 4.0 Di Tengah Pandemi, Sandiaga Uno Gagas Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Kamis, 1 Oktober 2020 18:57 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Revolusi Industri 4.0 Di Tengah Pandemi, Sandiaga Uno Gagas Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan

PUBLIKSATU - Yayasan Inovasi Teknologi (Inotek) Indonesia telah menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dalam memperluas lapangan pekerjaan lewat program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP).

Program ini akibat krisis ekonomi imbas pandemi Covid-19 berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak beberapa bulan belakangan. Dengan adanya program ini, diharapkan akan membuka jutaan lapangan kerja baru.

“Kita ciptakan 1.000 technopreneur untuk membuka jutaan lapangan kerja. Dengan beradaptasi pada revolusi industri 4.0, technopreneur diharap mampu melihat sektor-sektor mana saja yang akan menjadi pemenang di tengah pandemi,” ujar pemilik yayasan Inotek Sandiaga Uno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10).

Sandiaga mengatakan, lewat program yang digagasnya ini, para technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

“Jadi saya akan mengingatkan kepada para seribu technopreneur ini tak hanya menjadi yang pertama tetapi menjadi yang terbaik. Bahwa mereka ada pendampingannya di sini beda dengan program-program yang lain. Di sini pelatihan, pendampingan, kami saling berpegang tangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, mereka juga akan didorong untuk melihat peluang sektor-sektor mana saja yang di tengah pandemi ini yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Jadi kita ngelihat bahwa ada sektor kesehatan, sektor pangan, sektor konsumsi. UMKM di sektor-sektor pemenang ini yang harus kita lebih geliatkan dan dinaik kelaskan agar lebih banyak lagi lapangan kerja yang berkualitas. 97 persen lapangan pekerjaan itu dikontribusikan oleh UMKM. Jadi sektor UMKM ini juga kita harus bangkitkan, kita naik kelaskan,” katanya.

Bagikan