Pandemi Covid-19, PKL di Pelabuhan Nusantara Keluhkan Lesunya Perputaran Ekonomi
Bagikan

PUBLIKSATU.COM, KENDARI - PKL di pelabuhan Nusantara, Kota Kendari mengeluhkan lesunya perputaran ekonomi.
Salah seorang PKL di pelabuhan itu, Juminten (53) mengaku sebelum pandemi Covid-19, ia bisa meraup omzet Rp. 1 juta hingga Rp. 2 juta perharinya.
"Kalau sebelum ada Covid bisa satu juta sampai dua juta lakunya kita," ungkapnya.
Kendati demikian, kata dia diakhir bulan Maret 2020 mulai menjadi titik terendah minat pembeli, pasca maraknya wabah Covid-19 di Sultra khususnya Kota Kendari.
"Pas bulan tiga mulai mi, kurang pembeli sampai sekarang," ujarnya.
Dampaknya pendapatan para pelaku PKL merosot hingga 95%. Yang tadinya bisa meraup omzet Rp 1 juta hingga 2 juta perhari, kini hanya berkisar Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu perhari.
Olehnya itu, ia berharap pemerintah dapat memberi solusi dan bantuan kepada para pelaku PKL yang ada di pelabuhan Nusantara Kota Kendari. Sebab diakuinya hal tersebut bukan hanya dirasakanya sendiri melainkan hampir seluruh pelaku PKL yang berjualan di pelabuhan penyeberangan Kendari-Raha-Baubau itu. (po7)