Nasional

Ekonomi Masyarakat Sedang Sulit, Perusahaan Farmasi Diminta Tidak Patok Harga Obat Corona Terlalu Tinggi

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 6 Oktober 2020 18:43 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ekonomi Masyarakat Sedang Sulit, Perusahaan Farmasi Diminta Tidak Patok Harga Obat Corona Terlalu Tinggi

PUBLIKSATU - Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Panjaitan mewanti-wanti agar produsen obat Covid=19 dalam negeri tidak memainkan harga jual di pasaran.

“Kalbe Farma, Bio Farma, Indo Farma dan perusahaan farmasi lainnya, saya minta jangan buat harga yang terlalu tinggi, sesuai kewajaran saja karena ini masalah kemanusiaan dan tolong perhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit saat ini,” tegas Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan dan Kewajaran Harga Obat/Farmasi untuk Covid 19 di Jakarta, Selasa (6/10).

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi ini telah memiliki kumpulan data mengenai harga obat berbasis Free on Board (harga barang di tempat asal) dari negara-negara eksportir seperti India, Tiongkok dan Jerman.

“Database ini akan digunakan untuk mengevaluasi kewajaran harga obat-obatan Covid-19 yang ada di pasar, dan saya minta pak Terawan (Menkes) untuk mengawasi secara ketat hal ini,” katanya.

Kebijakan ini sangat perlu dilakukan khususnya untuk obat-obat yang bahan bakunya masih diimpor dari luar negeri atau obat yang masih belum mampu diproduksi dalam negeri.

“Saya titip agar Pak Terawan dan Prof. Kadir (Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan) cek lagi harga di pasaran dan obat mana yang bisa segera diproduksi dalam negeri,” ucapnya secara serius.

Selain itu, Luhut meminta agar Kemenkes memastikan ketersediaan obat-obatan Covid19 paling tidak hingga akhir tahun ini.

Bagikan