Berita Terkini
Internasional

Dianggap Melanggar Bawakan Materi Kemerdekaan Hongkong, Seorang Guru Dipecat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 8 Oktober 2020 14:50 WIB · 2 menit baca
Dianggap Melanggar Bawakan Materi Kemerdekaan Hongkong, Seorang Guru Dipecat
Ilustrasi seorang guru tengah memberikan materi pelajaran untuk para siswa (Pixabay)

PUBLIKSATU – Nasib menyedihkan dialami seorang guru SD di Hongkong. Dia dipecat dari tempat kerjanya setelah memberikan materi pengajaran terkait kemerdekaan Hongkong. Tak hanya dipecat dari sekolahnya, dia juga dibebaskan dari tugasnya sebagai tenaga pengajar. Lisensinya sebagai guru telah dicabut.

Pemimpin Hongkong, Carrie Lam, mengatakan penting untuk menyingkirkan propaganda buruk di sistem pendidikan. Terlebih itu dilakukan oleh seorang guru dan di tingkat Sekolah Dasar. Para pejabat di Tiongkok meyakini bahwa sekolah telah membantu memicu kebencian terhadap Partai Komunis Tiongkok.

Terkait pemecatan dan pencabutan lisensi guru SD tersebut, serikat guru terbesar di Hongkong menuduh otoritas Hongkong melakukan penyelidikan yang tidak adil. Amnesty International mengatakan pemecatan itu menjadi alarm berbahaya para guru di Hongkong tentang diskusi politik di sekolah. Artinya, mereka kini harus hati-hati ketika berbicara politik di sekolah.

Menanggapi kecurigaan serikat guru, Lam bersikeras bahwa pemecatan itu adalah hasil dari penyelidikan secara menyeluruh. “Ini kasus yang sangat serius,” tambahnya. “Kami tidak mengizinkan kemerdekaan dan gagasan melanggar hukum lainnya masuk ke dunia pendidikan,” tegas Lam seperti dilansir BBC.

Sementara itu, aktivis dan pengamat khawatir bahwa kebebasan berekspresi dalam kehidupan publik dan akademisi di Hongkong terus menurun menyusul diberlakukannya undang-undang baru yang kontroversial. Pada Juli, buku-buku oleh tokoh-tokoh pro-demokrasi dihapus dari perpustakaan umum dan seorang profesor hukum universitas terkemuka memecat Benny Tai karena dakwaan pidana atas perannya dalam protes pro-demokrasi 2014.

Di bawah undang-undang keamanan nasional yang kontroversial, yang disahkan pada Juni, berbicara dan mendiskusikan terkait kemerdekaan Hongkong dilarang dan merupakan tindakan ilegal.

Menurut media lokal, guru yang dipecat tersebut menunjukkan kepada siswa sebuah film dokumenter yang menampilkan aktivis pro-kemerdekaan Andy Chan Ho-tin. Siswa kemudian diminta menjawab empat pertanyaan dari lembar kerja tentang kebebasan berbicara dan proposal untuk kemerdekaan Hongkong.