Dukung UU Ciptaker, AMPG: Bagi Yang Menolak Silakan Tapi Dengan Elegan, Bukan Anarki
Bagikan

PUBLIKSATU Seluruh elemen bangsa yang menolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja diharapkam dalam menyampaikan aspirasi dilakukan dengan elegan tanpa merusak substansi dari demokrasi itu sendiri.
Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Bidang Inovasi dan Media Sosial, Dicky Reza Wibowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).
"Menunaikan hak berdemokrasi dengan cara anarki bukan budaya bangsa kita yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Banyak kanal demokrasi yang tersedia. Pemerintah dan DPR juga sangat terbuka membuka ruang dialog," ungkap Dicky.
Dicky menilai aksi berujung anarki belakangan ini bukanlah kehendak kelompok mahasiswa dan buruh.
"Kalaupun ada kelompok mahasiswa atau buruh yang memprovokasi atau berlaku anarki saya yakin itu hanya oknum. Karena temuan di lapangan, dan sudah banyak di pemberitaan, rata-rata pelaku rusuh ada pelajar, masyarakat sipil yang mengenakan jaket almamater dari sebuah kampus. Atau bahkan ada juga oknum mahasiswa yang mengenakan seragam SMA," paparnya.
Menurut Dicky, ada segelintir kelompok yang memang dari awal berseberangan dengan pemerintah memanfaatkan momentum penolakan UU Ciptaker untuk membuat suasana semakin gaduh.
"Di dalam kegaduhan itulah mereka menunggangi aksi mahasiswa dan buruh yang memang nawaitunya murni berjuang untuk mencabut UU Ciptaker dan mendesak DPR bersama pemerintah untuk menyempurnakannya, bukan untuk melengserkan rezim pemerintah sah yang sedang berkuasa," tambah Dicky.