Berita Terkini
Nasional

Tiga Bank BUMN Syariah Dimerger, Pengamat: Kebijakan Ini Harus Dikawal Sehingga Ide-ide Besar Erick Thohir Bisa Diimplementasikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Rabu, 21 Oktober 2020 02:33 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Tiga Bank BUMN Syariah Dimerger, Pengamat: Kebijakan Ini Harus Dikawal Sehingga Ide-ide Besar Erick Thohir Bisa Diimplementasikan

PUBLIKSATU - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal segera menggabungkan tiga bank syariah anak usaha BUMN.

Tiga bank itu, yakni BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri, ketiga bank ini telah melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank BUMN Syariah. Dengan penggabungan itu diharapkan tercipta bank syariah nasional terbesar di dunia yang mampu mendorong tujuan ekonomi syariah dalan mewujudkan keadilan bagi umat Islam di Indonesia.

Pengamat politik dan ekonomi Islam Muhammad Najib mengatakan, upaya Menteri BUMN Erick Thohir menggabungkan bank-bank syariah BUMN ke dalam satu perbankan syariah merupakan momentum bersejarah.

Menurutnya, Erick telah mengambil keputusan besar atas penggabungan bank syariah BUMN itu. Hal ini juga merupakan tonggak sejarah ke-2 terhadap proses Islamisasi sistem perbankan di Indonesia.

“Sejak ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) muncul, mereka kemudian bisa meyakinkan Presiden Soeharto kala itu, sehinggga tonggak sejarah pertama ditancapkan oleh Orde Baru ketika Soeharto mengijinkan berdirinya bank syariah yang kemudian diikuti oleh lahirnya Bank Muamalat,” ujar Najib dalam keterangannya, Selasa (20/10).

Najib menambahkan, era Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini, melalui Erick Thohir membuat keputusan penting dengan merger bank-bank syariah BUMN.

Ia mengatakan selama ini masyarakat ekonomi kecil dan menengah sangat terbantu oleh adanya bank syariah, termasuk kelompok santri yang masih enggan menyimpan uangnya di bank konvensional. Bank syariah juga diyakini memiliki daya tahan dari sejumlah ancaman krisis ekonomi yang akhir-akhir ini mengancam sejumlah bank konvensional.

Bagikan