Lima Program Besar AHS akan Dikerjakan
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara (Butur) periode 2021-2026, Abu Hasan-Suhuzu (AHS) berjanji akan mengerjakan lima program besar yang dihadapi masyarakat Butur kedepan. Ketika menyampaikan kampanye di Desa Banubanua Jaya, Kecamatan Kulisusu.
Ada lima program besar yang akan AHS kerjakan. Pertama, perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, koperasi, perdangang, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Itulah ekonomi kerakyatan yang akan kita kembangkan, dan khusus Desa Banubanua Jaya di dalamnya sudah masuk perikanan dan kelautan. Mengembangkan BUMDes, untuk menjawab masalah kesejahteraan masyarakat," jelas Abu Hasan.
Menurut Abu Hasan, masalah besar yang ada di Desa Banubanua Jaya, saluran pembuangan air. "Saya sudah mulai berdiskusi dengan dokter sanitasi di Rumah Sakit Bahteramas Kendari, mengenai saluran sanitasi lingkungan," uangkap Abu Hasan yang disambut dengan tepuk tangan dari peserta kampanye.
Calon pasangan nomor urut tiga ini, menyakinkan masyarakat Banubanua Jaya mengenai masalah lingkungan. Abu Hasan mengingatkan beberapa waktu lalu datangnya saint wanderers full. Kedua, pemerintah daerah sudah mulai menghubungkan selasar-selasar rumah, antar satu dengan rumah lainnya. "Ini harus dihubungkan, agar tidak perlu lagi naik perahu kalau mau ke rumah satu ke rumah lain," kata Abu Hasan.
Masalah ketiga, menurut Ketua Dewen Pertimbangan DPD PDIP Sultra ini, mengenai pendapatan masyarakat, baik pendapatan pokoknya maupun pendapatan tambahan nya. Ini akan dijawab dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Kedepan akan kita cari kepala Dinas Perikanan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat, sehingga bantuan-bantuan itu benar-benar tersalurkan, tepat waktu dan tepat sasaran. Kadang-kadang saya pusing hadapi kadis saya sendiri, saya pusing tujuh keliling," keluh Abu Hasan.
Mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini, mengaku sebelum dirinya cuti kampanye sudah menyampaikan kepada kepala dinas perikanan agar mengusulkan bantuan perikanan untuk dianggarkan di RAPBD Perubahan 2020. "Justru ditolak sendiri oleh kadis perikanan, banyangkan itu mungkin karena saya mau cuti sehingga ditolak. Padahal saya sudah perintahkan sejumlah bantuan untuk perikanan dan kelautan," kata pak