Berita Terkini
Internasional

Perangi Narkoba, Presiden Filipina Siap Bertanggungjawab

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 22 Oktober 2020 14:28 WIB · 1 menit baca
Perangi Narkoba, Presiden Filipina Siap Bertanggungjawab
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Reuters)

PUBLIKSATU – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte begitu serius membasmi narkoba dinegaranya. Bahkan ia siap dipenjara atas semua insiden pembunuhan oleh polisi selama operasi antinarkoba.

Berdasar rilis pemerintah, hampir 6 ribu orang tewas sejak operasi tersebut dilakukan pada pertengahan 2016. Sementara itu, versi beberapa lembaga HAM, jumlahnya jauh lebih tinggi.

’’Anda bisa meminta pertanggungjawaban saya atas segalanya, semua kematian yang terjadi dalam perang melawan narkoba,’’ tegas Duterte Senin malam (19/10) seperti dikutip The Guardian.

Menurut dia, orang-orang yang menjadi korban itu harus tewas karena Duterte benci terhadap narkoba. Meski demikian, dia tidak mau disalahkan jika pembunuhan dilakukan kelompok lain.

Padahal, sebagian pembunuhan dilakukan beberapa kelompok yang diduga masih berhubungan dengan Duterte. Salah satunya Davao Death Squad (DDS). Duterte dulu adalah wali kota Davao.

Berdasar data yang dirilis Badan Statistik Antinarkotika Filipina, saat ini ada 1,6 juta pecandu di Filipina. Angka itu jauh lebih kecil daripada laporan polisi pada awal operasi antinarkoba.

Yaitu, 4 juta orang. Data tersebut dipaparkan Duterte sebagai pembenar atas kebijakannya. Selain dieksekusi, lebih dari 256 ribu orang dipenjara karena terlibat narkoba.