Berita Terkini
Butur

Butur Produksi Pupuk Organik Terbesar di Sultra

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 26 Oktober 2020 14:45 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Butur Produksi Pupuk Organik Terbesar di Sultra
PASANGAN AHS: Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara, Abu Hasan-Suhuzu (AHS) berfoto bersama masyarakat yang hadir kampanye terbatas di Desa Lampala Jaya, Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar). FOTO MUSRAN/BUTON POS

Abu Hasan: BUMDes Basis Ekonomi Permanen di Desa

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Kabupaten Buton Utara (Butur) memiliki keunggulan tersendiri dalam mengelola bidang pertanian. Utamanya untuk menghasilkan produksi pertanian yang bebas dari penggunaan pupuk kimia (anorganik). Bahkan Butur merupakan daerah yang mampu memproduksi sendiri pupuk organik terbesar di Sultra.

Demikian disampaikan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara periode 2021-2026, Abu Hasan-Suhuzu (AHS) di hadapan masyarakat Desa Lampala Jaya, Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar), akhir pekan ini.

"Saya sudah mencanangkan daerah ini adalah kabupaten organik. Satu-satunya pabrik pupuk organik yang terbesar di Sulawesi Tenggara, dan tempatnya di Buton Utara, dan tempatnya di Dampala Jaya. Pupuk organik ini tidak saja berfungsi untuk padi, tapi hari ini sudah merambah pada jambu dan kelapa," jelas mantan Ketua DPD PDIP Sultra, Abu Hasan yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta kampanye terbatas.

Abu Hasan menegaskan, bahwa mitra bisnis pembeli kopra putih dan jambu mete tidak mau membeli jika hasil kedua pertanian tersebut tidak menggunakan pupuk organik. Maka sekarang ini sudah banyak yang membeli pupuk organik, harganya lebih murah, aman, sehat dari pada pupuk yang lain. "Dimana mana saya pidato saya sampaikan pusatnya pupuk organik di Lampala Jaya, sekarang namanya terkenal di seluruh wilayah," katanya.

Pasangan AHS ini mengaku Desa Lampala Jaya sama terkenalnya dengan Buton Utara. Karena setiap kali diundang Menteri Pertanian untuk persentase di Jakarta, selalu diperkenalkan di nasional tentang pertanian organik, dan tempatnya di Lampala Jaya. "Sehingga namanya terkenal sama dengan Buton Utara, karena setiap persentase nama desa ini selalu disebut," katanya.

Mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini, menceritakan awal masuknya bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 4 miliar lebih dari Kementerian Pertanian. "Berkat Lampala Jaya, sehingga Buton Utara dapat bantuan. Maka saya harus hadir menyampaikan apa yang harus kerjakan lima tahun yang akan datang? Untuk Buton Utara, untuk Kulisusu Barat dan untuk Lampala Jaya," kata Abu Hasan.

Bagikan