Gubernur Sultra Pastikan, Pembangunan RS Jantung Tahap II Dimulai
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Perjalanan pembangunan infrastruktur oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH, terus berlanjut. Sehari setelah menemani Presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Teluk Kendari, Jumat (23/10), Ali Mazi langsung bertolak ke Jakarta.
Pada Minggu (25/10), Ali Mazi melakukan pertemuan lanjutan dengan Edwin Syahruzad, (Plt) Direktur Utama PT SMI Dimana, dan Dirut SMI di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, dimana PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) berkantor.
Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan pembicaraan intens mengenai pembiayaan daerah untuk infrastruktur Rumah Sakit Khusus (RSK) Jantung dan Pembuluh Darah di Provinsi Sultra.
Gubernur Ali Mazi melalui Jubirnya Ilham Q Moehiddin mengatakan, sesuai pembicaraan, Gubernur Sultra bersama Dirut SMI Edwin Syahruzad, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pinjaman daerah dengan persetujuan pinjaman senilai Rp 388 miliar lebih, melalui fasilitas dana pengembangan infrastruktur daerah (RIDF).
"Total pinjaman daerah bersifat aflopend (non revolving) tersebut, terbagi atas konstruksi bangunan (tahap II) sebesar Rp 325 miliar lebih. Kemudian untuk pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 63 miliar lebih. Dengan jangka waktu pinjaman 60 bulan yang dihitung sejak tanggal penarikan pertama, termasuk grace period pokok pinjaman. RIDF SMI memberikan pinjaman langsung kepada pemerintah daerah yang mempunyai kapasitas fiskal dan kapasitas meminjam yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ulasnya.
Pencairan RIDF ini, lanjutnya, menandai segera dimulainya kembali pekerjaan konstruksi tahap II RSK Jantung dan Pembuluh Darah dengan target penyelesaian dua tahun. "Namun lebih baik jika bisa diselesaikan dalam setahun, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," harapnya.
Rumah sakit Jantung dan Pembuluh Darah khusus ini, tambahnya, tidak saja akan bermanfaat bagi masyarakat Sultra, namun juga bisa menjadi fasilitas rujukan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Dari sisi lainnya mampu menunjang pendapatan asli daerah," jelas Ilham sembari menutup kata Gubernur Sultra.