Nasional

Said Didu: Titik Awal Kehancuran Generasi Saat Penjilat Diberi Jabatan, Orang Pintar Dipinggirkan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Rabu, 4 November 2020 00:49 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Said Didu: Titik Awal Kehancuran Generasi Saat Penjilat Diberi Jabatan, Orang Pintar Dipinggirkan

PUBLIKSATU - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu berharap kepada pemerintah agar mengelolah negara dengan baik.

"Jangan semua demi politik, demi kekuasaan," kata Said Didu saat jadi pembicara dikusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL dengan tema "Anies Semakin Manis, Pemerintah Pusat Cemburu?", Selasa (3/11).

Dia tidak bisa membayangkan pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang jika yang ditonjolkan dan dibangun adalah oligarki kekuasaan, di atasnya berdiri dinasti politik.

Said Didu bercerita saat dia pulang kampung beberapa waktu lalu, dia heran banyak masyarakat yang tidak mau sekolah, tidak mementingkan pendidikan. Pasalnya, untuk mencari pekerjaan saat ini, bukan lagi butuh profesionalisme dan pendidikan, tetapi kedekatan kapada oligarki kekuasaan.

"Coba bayangkan kalau orang tidak mau lagi sekolah, tidak mau jadi insinyur, tidak mau jadi dokter, karena semuanya harus dekat kekuasaan. Dan memaki-maki yang anti kekusaan, dipastikan akan mendapatkan pekerjaan, bukan karena kepintaran," tuturnya.

"Inilah titik awal kehancuran generasi akan datang," lanjut Said Didu menambahkan.

Dijelaskan mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini lebih lanjut, titik awal kehancuran itu adalah saat penjilat dapat posisi dan jabatan, sementara orang pintar dipinggirkan.

Bagikan