Nasional

Mensesneg Pratikno Dinilai Paling Layak Dipecat Dari 9 Menteri Berkinerja Terburuk

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 7 November 2020 02:36 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Mensesneg Pratikno Dinilai Paling Layak Dipecat Dari 9 Menteri Berkinerja Terburuk

PUBLIKSATU - Kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) berpandangan, dari 9 menteri yang berkinerja buruk, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno paling layak di-reshuflle. Bahkan Pratikno disarankan sebaiknya mengundurkan diri.

Penilaian ini berdasarkan, salah satunya, dari kesalahan Pratikno yang terkesan asal-asalan memeriksa draf UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang telah masuk lembar negara lalu diteken Presiden Joko Widodo menjadi UU Nomor 11/2020. Terkesan Pratikno memandang remeh lembar negara.

"Pak Pratikno paling layak untuk di-reshuffle, bahkan untuk dipecat secara tidak hormat. Karena lembaran negara bukan kertas belanja di pasar atau di material yang mudah diklarifikasi karena salah ketik. Apalagi ini dokumentasi negara yang ditandatangani langsung oleh presiden," tegas Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, kepada wartawan di Hotel Sunbreez, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

"Jadi kami sangat mengecam keras lah," imbuhnya.

Menurut Noel, sapaan karib Immanuel Ebenezer, selain kinerja Pratikno yang terkesan asal-asalan, Mensesneg juga kerap melakukan tindakan yang berlebih-lebihan dengan memberikan sanksi kepada bawahannya.

"Kami juga mengecam tindakan Pak Pratikno yang tidak gentle. Sebagai pimpinan dia harusnya mengundurkan diri," demikian Noel.

Sebelumnya, JoMan merilis 9 nama menteri berkinerja sangat buruk. Penilaian itu berdasarkan hasil survei publik di berbagai wilayah di Indonesia.

Bagikan