Nasional

Politisi Nasdem: Kerja Besar Menteri BUMN Dan Manlu Akan Percuma Jika Menkes Terawan Gagal Jadi Agen Vaksinasi

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 7 November 2020 01:58 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Politisi Nasdem: Kerja Besar Menteri BUMN Dan Manlu Akan Percuma Jika Menkes Terawan Gagal Jadi Agen Vaksinasi

PUBLIKSATU - Program penyuntikan vaksin Covid-19 disebut menjadi harapan terakhir penanganan pandemi di tanah air. Namun, tidak berarti pemberian vaksin ini akan menyelesaikan masalah secara tuntas.

Salah satu harapan yang ada terkait pemberian vaksin ini adalah bisa membantu pemulihan ekonomi di Indonesia yang dianggap telah memasuki resesi.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi pada kuartal III 2020. Meski masih lebih baik dari kuartal II 2020 yang minus 5,32 persen. Kuartal III angkanya minus 3,49 persen secara tahunan.

"Kondisi ekonomi kita memang menunjukan beberapa indikator yang mengkhawatirkan. Puncaknya tentu pada pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali mengalami pertumbuhan negatif di kuartal ketiga 2020," ucap anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem, Muhammad Farhan, di Bandung, Jumat (6/11).

"Namun memang ada beberapa indikasi yang dikenal umum yang menunjukan angka menggembirakan. Seperti surplus perdagangan internasional, IHSG yang trennya kembali naik, dan penguatan nilai tukar rupiah di pasar uang. Namun secara umum perekonomian kita masih rentan (volatile)," tambahnya.

Selain itu, kesiapan vaksinasi harus benar-benar berlangsung tanpa cacat dan memberi kepastian layanan bagi masyarakat terutama kelas kurang mampu. Jangan sampai langkah pemberian vaksin ini menjadi terburu-buru dan sekadar angin surga bagi masyarakat.

"Vaksin ini bukan obat ajaib seperti di film Hollywood. Kita harus memperhatikan masalah pelatihan dan pengadaan alat suntik dan penyertaannya untuk vaksinasi, distribusi, dan logistik vaksin sampai ke seluruh pelosok Indonesia," ujarnya.

Bagikan