Maruf Amin Yakin Tahun 2021 Pertumbuhan Ekonomi Nasional Akan Membaik Dengan Proyeksi 4-5 Persen
Bagikan

PUBLIKSATU - Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan saat situasi pandemi Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun, diyakini pemerintah bisa mencegah terjadinya krisis finansial.
Wakil Presiden Maruf Amin menyampaikan hal tersebut di akun Twitternya, @Kiyai_MarufAmin, yang di posting Rabu (18/11).
Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, persoalan alokasi anggaran PEN dan kaitannya dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021, dia bahas dalam Kongres VIII Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) melalui virtual hari ini.
"Pengalokasiaan anggaran (PEN) dalam jumlah besar ini (Rp 695,2 triliun) diharapkan menjadi stimulus ekonomi untuk mencegah terjadinya krisis finansial," cuit Maruf Amin.
Dalam postingan tersebut, Maruf Amin juga menyebutkan rincian penggunaan anggaran PEN. Yakni, mulai dari penanganan kesehatan sebesar Rp 97,26 triliun, perlindungan sosial Rp 234,33 triliun, dukungan UMKM Rp 114,81 triliun, dan dukungan korporasi Rp 62,22 triliun.
Selain itu, Maruf Amin mengatakan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 120,6 triliun untuk insentif usaha termasuk pengurangan pajak, serta dukungan kepada pemerintah daerah dan sektoral sebesar Rp 65,97 triliun.
"Dari jumlah (total anggaran PEN) tersebut, lebih dari Rp 411 triliun atau lebih dari 60 persen dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta korporasi," tutur Maruf Amin.