Soal Pencopotan Baliho Habib Rizieq Oleh TNI, Gde Siriana: Tidak Pernah Perang, Bunuh Nyamuk Dengan Meriam
Bagikan

PUBLIKSATU - Pencopotan Baliho Habib Rizieq Shihab di beberapa titik wilayah DKI Jakarta oleh TNI, dianggap sebagai sebuah banyolan atau satir.
Anggapan itu keluar dari Pengamat Politik dari Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, karena menurutnya pencopotan baliho bukan tugas TNI.
"Sejarah akan mencatat, pasukan elit (TNI) yang dilatih khusus dan dengan persenjataan canggih, tentunya habiskan anggaran besar, tapi ditugasi mencopot baliho, pekerjaan harian Satpol PP," ujar Gde Siriana dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/11).
Komite Politik dan Pemerintahan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini menyebutkan salah satu bentuk satir yang akan muncul di masyarakat terkait eksistensi TNI ke depannya.
"Akan dikenang sebagai banyolan-banyolan generasi mendatang: 'Tidak Pernah Perang, Bunuh Nyamuk dengan Meriam'," tuturnya.
Menurut Gde Siriana, Tentara Nasional di negara-negara lain tidak ada yang sampai turun tangan menertibkan sebuah atribut dari organisasi massa (ormas) yang berada dan dibentangkan di sudut-sudut jalanan.
"Dari berita-berita apa ada di negara lain pasukan khusus copotin giant poster milik masyarakat? Yang ada justru Militer pasang poster-poster rekruitmen pasukan khusus untuk masyarakat," kata Gde Siriana.