Satu Tahun Gelar Pahlawan Oputa Yi Koo, AS Tamrin Minta Masyarakat Warisi Jiwa Kepahlawanan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dalam mengenang satu tahun penobatan gelar Pahlawan Nasional Sultan Himayatun Muhamad Saidi atau biasa dikenal dengan Oputa Yi Koo, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Baubau menggelar dialog publik.
Diskusi publik yang berjudul refleksi 1 tahun gelar Pahlawan Oputa Yi Koo ini mengangkat tema mengenang perlawanan Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) menentang penjajahan Belanda di wilayah Kesultanan Buton.
Diskusi ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Baubau, Rabu (25/11/2020). Turut hadir dalam diskusi tersebut yang juga berpesan sebagai pemateri, Wali Kota Baubau, AS Tamrin, Bupati Buton, La Bakry, Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari, Budayawan, Abdul Munafi, dan Akdemisi Tasrifin Tahara.
Dalam sambutannya, AS Tamrin mengatakan, semangat kepahlawanan pahlawan nasional dari Buton yakni Sultan Muhammad Saidi atau yang lebih dikenal juga dengan Oputa Yi Koo harus benar-benar diwarisi oleh semua elemen di negeri ini.
Menurut H AS Tamrin, kegiatan diskusi publik ini sangat diapresiasi dan menjadi penting sehingga bukan hanya seremonial saja, namun hikmah dari acara ini harus diresapi.
“Semangat ini harus diwarisi benar-benar. Jangan hanya kamuflase pernyataan dengan narasai-narasi yang indah dan ini harus komprehensif sikap dalam bertindak harus mencerminkan semangat kepahlawanan dan yang paling inti adalah nilai-nilai yang diterapkan sebab memiliki satu kesatuan yang utuh,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini menceritakan semangat untuk menjadikan Oputa Yi Koo sebagai pahlawan nasional sudah sejak lama digaungkan sejak dirinya bertugas di kantor Pertanahan Sulawesi Tenggara bersama tokoh-tokoh Buton di Kendari saat itu.