Berita Terkini
Nasional

Indonesia Pasar Digital Sangat Besar, BSBI: Kita Harus Hati-hati Dengan Para Pendatang Raksasa Fintech

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 15 Desember 2020 23:48 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Indonesia Pasar Digital Sangat Besar, BSBI: Kita Harus Hati-hati Dengan Para Pendatang Raksasa Fintech

PUBLIKSATU - Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi keuangan digital karena pengguna internet yang terus bertambah setiap harinya.

Alhasil, banyak fintech kelas kakap yang kerap disebut sebagai BigTech mulai mencari peluang untuk masuk ke Indonesia.

Situasi tersebut, menurut anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) M. Edhie Purnawan, harus meningkatkan kehati-hatian, di mana pengawasan sangat penting dilakukan oleh pemerintah.

"Indonesia adalah pasar digital yang sangat besar. Untuk itu kita harus berhati-hati dengan para pendatang ini," kata Edhie dalam webinar Infobank bertajuk "Membangun Ekosistem Keuangan Digital" pada Selasa (15/12).

"Kalau kita belum mampu bersaing dengan mereka, maka kemudian diatur dan diawasi. Kalau fintech sistem pembayaran diawasi oleh Bank Indonesia, untuk yang lain oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Kementerian Keuangan," jelas ekonom tersebut.

Berdasarkan data yang dikutip oleh Edhie, sejumlah fintech memiliki revenue atau pendapatan usaha dengan angka fantastis.

Alibaba atau Ant Financial yang memiliki sistem pembayaran Alipay diketahui memiliki revenue sebesar 23 miliar dolar AS. Sementara itu Tencent khusus gaming dengan sistem pembayaran Tenpay memiliki pendapatan sebeaar 36,6 miliar dolar AS. Samsung sendiri dengan Samsung Pay memiliki pendapatan hingga 211,8 miliar dolar AS.

Bagikan