Jika Benar Intelijen Jerman Yang Datang Ke Markas FPI, Hikmahanto: Kemlu Harus Protes, Bila Perlu Usir Dubesnya Dari Indonesia
Bagikan

PUBLIKSATU - Kabar bahwa pegawai Kedutaan Besar Jerman yang berkunjung ke markas FPI beberapa waktu lalu adalah seorang intelijen, merupakan insiden besar bagi hubungan kedua negara.
Kabar ini kali pertama didengungkan oleh Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan. Berdasarkan penelusurannya, Susanne Hall bukan seorang diplomat, melainkan pegawai Badan Intelijen Jeman, 'Bundesnachrichtendienst' (BND).
Pakar hukum internasional, Hikmahanto Juwana menilai, jika info ini benar, maka akan menjadi insiden yang besar bagi kedua negara.
“Bila info ini benar ini tentunya merupakan insiden besar dalam hubungan antara Jerman dan Indonesia,” tegasnya dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/12)
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini mengatakan kegiatan intelijen yang dilakukan oleh suatu negara seharusnya tidak terungkap oleh pemerintah setempat.
“Bila terungkap, maka negara setempat akan melakukan tindakan yang tegas terhadap negara yang melakukan mata-mata,” katanya.
Menurutnya, agen intelijen Jerman yang terekam di kamera sosial media tidak cukup hanya dipulangkan oleh Kedubes Jerman, bahkan Kemlu tidak cukup dengan memanggil Dubes ad interim Jerman.