Nasional

Ribka Tjiptaning Dirotasi Ke Komisi VII, Pengamat: Ini Bukan Pembungkaman, Tapi Penertiban Kader Agar Fraksi PDIP Satu Suara

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Rabu, 20 Januari 2021 01:02 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Ribka Tjiptaning Dirotasi Ke Komisi VII, Pengamat: Ini Bukan Pembungkaman, Tapi Penertiban Kader Agar Fraksi PDIP Satu Suara

PUBLIKSATU - Rotasi jabatan anggota DPR, Ribka Tjiptaning dari Komisi IX ke Komisi VII merupakan bentuk penertiban oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas sikapnya yang menuai kontroversi.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menyampaikan, Ribka Tjiptaning dirotasi karena imbas dari kritik kerasnya terhadap program vaksinasi. Beberapa waktu lalu, politisi berlatar belakang dokter ini menolak divaksin Sinovac.

“Ia terbukti tidak loyal pada PDIP yang menaunginya, sementara PDIP adalah motor pemerintah. Sehingga anomali jika berseberangan (dengan PDIP),” ucap Dedi dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/1).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion ini mengatakan, pergeseran posisi Ribka Tjiptaning bukanlah bagian dari pembungkaman.

“Kondisi ini tidak berarti ada pembungkaman, melainkan penertiban kader agar satu suara. Pembungkaman itu kalau dilakukan oleh pihak berlawanan secara kepentingan,” katanya.

Kritik dalam politik memang diperlukan. Namun demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut fraksi, bukan perseorangan. Oleh karenanya, kritikan seorang anggota parlemen harus sejalan dengan keputusan fraksi.

Namun hal ini tidak tercermin dalam sikap Ribka Tjiptaning yang menolak vaksinasi pemerintah. Padahal PDIP sendiri secara tegas mendukung penuh vaksinasi dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.

Bagikan