Tajuk

Testing Salah

Oleh Irwansyah Amunu · Sabtu, 23 Januari 2021 12:07 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Testing Salah

Catatan: Irwansyah Amunu

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkritik pelaksanaan testing, tracing, dan treatment yang diterapkan di Indonesia untuk menekan jumlah kasus Covid-19.

Buktinya, meski kini Indonesia sudah melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pelaksanaan testing-nya, tetap saja kasus naik tiap hari hingga belasan ribu kasus sehari.

Menurutnya, testing epidemiologi di Indonesia dilakukan dengan cara yang salah. Semestinya, kata dia, yang di-testing adalah orang yang berstatus suspek atau seseorang kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Testing, tracing, dan treatment (3T) serta isolasi bagaikan menambal ban bocor. Tapi kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah,” katanya dikutip dari diskusi virtual YouTube PRMN SuCi, Jumat (22/1).

“Semacam rumah yang bocor lalu kena hujan. Hanya dibersihin tapi nggak pernah ditambal. WHO juga bilang strategi atasi pandemi itu bukan hanya vaksin. Bukan hanya urusin RS. Itu di ujung sudah telat. Yang mesti diurus perubahan protokol kesehatan saat pandemi, dan pascapandemi,” tambahnya seperti dirilis www.jawapos.com.

Budi mencontohkan testing yang dilakukan di Indonesia justru dilakukan pada seseorang seperti dirinya. Dia menyebut bisa 5 kali dalam seminggu diswab untuk bolak-balik istana.

Bagikan