Berita Terkini
Buton

Angka Kematian Ibu dan Anak di Buton Cukup Tinggi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 29 Januari 2021 22:57 WIB · 2 menit baca
Angka Kematian Ibu dan Anak di Buton Cukup Tinggi
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Djufri.D

PUBLIKSATU, BUTON - Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, H Djfuri D mengatakan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buton terbilang cukup tinggi. Sebagai gambaran, tahun 2018 berjumlah empat kasus dan tahun 2019 meningkat menjadi lima kasus.

Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2018 berjumlah 14 kasus dan tahun 2019 menurun menjadi 11 kasus.

Ia menjelaskan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak itu, tenaga kesehatan khususnya bidan memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif.

"Untuk mengatasi terjadinya komplikasi pada ibu atau bayi agar jumlah AKI dan AKB dapat menurun. Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dari mulai hamil, bersalin, nifas sampai pada bayi baru lahir," ujar dia saat acara musyarah cabang ke-VI Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Buton di gedung Wakaaka belum lama ini.

Ia menjelaskan meskipun masalah kematian ibu dan anak adalah masalah yang kompleks. Namun, departemen kesehatan tetap berupaya untuk menurunkan AKI dan AKB.

Salah satunya adalah dengan intervensi strategis dalam upaya keselamatan ibu yang meliputi: Keluarga Berencana, pelayanan internal, persalinan bersih dan aman, pelayanan obstetri esensial dengan menganggap bahwa semua kehamilan berisiko sehingga setiap ibu hamil mempunyai akses ke tenaga kesehatan bidan, maka seorang bidan harus mempunyai kompetensi dalam memberikan pertolongan persalinan yang aman dan memberikan pelayanan dengan baik.

Peliput: Agusrin