Berita Terkini
Nasional

Kemenko Marves: Penguatan HPI Guna Menghasilkan Nilai Tambah Produk Perikanan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Jumat, 29 Januari 2021 19:51 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Kemenko Marves: Penguatan HPI Guna Menghasilkan Nilai Tambah Produk Perikanan

PUBLIKSATU - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang bertujuan untuk menindaklanjuti penguatan produksi Hidrolisat Protein Ikan (HPI) dan pemanfaatannya, sebagai peningkatan asupan dalam bentuk suplementasi gizi dan diversifikasi produk pangan di Cirebon, Jawa Barat.

HPI yang merupakan campuran peptida yang didapat melalui hidrolisis (pemecahan) protein dari ikan, mampu dibentuk menjadi berbagai bahan makanan fungsional bagi tubuh manusia yang mudah diasimilasi oleh makhluk hidup. Pemanfaatan industri HPI ini dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting dan gizi buruk, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam arahannya, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso menyampaikan bahwa pemanfaatan HPI merupakan bentuk pengembangan ekosistem klaster industri perikanan.

"Pemanfaatan HPI dilakukan guna menghasilkan nilai tambah sebuah produk, terutama dalam kaitannya dengan produk olahan dari sektor perikanan," ujar Sugeng dalam keterangan resmi, Jumat (29/1).

Sugeng menjelaskan bahwa pengembangan klaster industri seperti ini merupakan alternatif pendekatan yang dinilai efektif untuk membangun keunggulan daya saing value chain industri dalam meningkatkan nilai tambah untuk mengembangkan perencanaan teknologi, mengintegrasikan sumber daya bahan baku, sertai industri pasar.

Menurutnya, peningkatan nilai tambah value chain industri untuk memiliki kekayaan intelektual, pemrosesan bahan baku, melakukan litbang, serta pengembangan teknologi dan inovasi, meningkatkan perusahaan inti, dan mendorong terjadinya kerjasama, seperti kontrak produksi ataupun kontrak pemasaran.

"Harapannya, kerja sama dengan industri dalam rangka upaya yang lebih fokus bagi terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan dan pengembangan jaringan bisnis. Bagi pembuat kebijakan dan pihak berkepentingan lainnya, pendekatan ini memungkinkan potensi skala pengaruh dari kebijakan dan program, dan cakupan dampaknya yang signifikan," bebernya.

Bagikan