Intervensi Kekuasaan Terhadap Parpol Merusak Demokrasi Dan Mengarah Ke Otoritarianisme
Bagikan

PUBLIKSATU - Upaya pengambilalihan paksa pimpinan Partai Demokrat yang diungkapkan ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sangat disayangkan. Dikhawatirkan kualitas demokrasi Indonesia semakin turun, dan bangsa ini tergelincir dalam otoritarianisme.
Demikian disampaikan Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Dr. Wijayanto dalam webinar yang diselenggarakan LP3ES pada 7 Februari 2021.
Wijayanto mengingatkan bahwa upaya ambil alih paksa pimpinan parpol patut menjadi perhatian bersama karena bukan yang pertama kalinya.
"Ciri demokrasi adalah kompetisi, sehingga diperlukan oposisi yang sehat. Jika oposisi tidak ada lagi, maka yang menjadi korban adalah warga negara," kata Wijayanto yang juga dosen UNDIP.
Dalam acara yang sama, Visiting Fellow ISEAS Singapura, Made Supriatma mengatakan ini merupakan persoalan political clique, dimana pihak yang kuat berusaha menyingkirkan pihak yang dianggap lemah.
"Saya tidak yakin Moeldoko bergerak sendiri. Ia didukung oleh clique kekuasaan yang tidak permanen, yang berhitung apa yang dia dapat dan resources mana yang bisa digunakan," ungkapnya.
Adapun mantan Direktur LP3ES Suhardi Suryadi melihatnya dari sisi etika dan moral kekuasaan yang dilanggar.