Berita Terkini
Tajuk

Nelayan Milenial

Oleh Irwansyah Amunu · Kamis, 11 Februari 2021 15:13 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Nelayan Milenial

Catatan: Irwansyah Amunu

PERTAMA kali mendengar istilah nelayan milenial ketika saya menghadiri pertemuan Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi, Akhmatul Ferlin bersama sejumlah jajarannya dengan anggota DPD RI, Dr H MZ Amirul Tamim, belum lama ini.

Berada pada era milenial, kita perlu bertanya berapa banyak nelayan kita. Jangan sampai masyarakat kita tidak mau lagi jadi nelayan.

Apalagi kalau sampai tumbuh asumsi nelayan tidak akan memberikan masa depan. Profesi yang penuh risiko, namun minim rezeki.

Sebagai contoh, kasus yang terjadi di Wakatobi belum lama ini. Sudirman (53) warga Desa Mola Bahari, Kabupaten Wakatobi yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan sekitar Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (31/1/2021) lalu, dihentikan pencarianya.

Hal itu karena memasuki hari ke-7 pencarian, Sudirman tak kunjung ditemukan. Saya mengurut dada membaca berita ini.

Sampai kapan persoalan ini terjadi? Bukankah satu nyawa warga mahal? Kenapa negara tidak bisa hadir memberikan perlindungan kepada rakyat.

Bagikan