PKS Wanti-wanti Potensi Korupsi Jika Lembaga Pengelola Investasi Tidak Dikelola Secara Transparan
Bagikan

PUBLIKSATU - Lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund/ SWF) yang secara resmi bernama Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan bisa menjadi alternatif biaya untuk pembangunan berkelanjutan.
Demikian disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam cuitan akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera dikutip Rabu (17/2).
"Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan bisa menyediakan alternatif pembiayaan dalam rangka pembangunan secara berkelanjutan," ujar Mardani.
Disisi lain, anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS ini juga mengingatkan bahwa keberadaan LPI harus betul-betul menjadi perhatian serius pemerintah.
Terutama, terkait potensi korupsi karena banyaknya uang yang dikelola oleh lembaga baru tersebut. Karena itulah, pengelolaan investasi harus transparan.
"Ada beberapa catatan yang harus pemerintah perhatikan. Pertama, hati-hati potensi korupsi yang membayangi jika tidak dikelola dengan transparan," tegasnya.
"Kita ingat mega skandal 1MDB yang menyalahgunakan USD 4,5 miliar dan melibatkan Mantan Perdana Menteri Malaysia. Pemerintah & dewan pengawas yang terpilih harus betul-betul membangun pondasi transparansi dan akuntabilitas lembaga untuk menjaga kepercayaan investor global," imbuh Mardani.