Nasional

Bunga Kredit Masih Double Digit, Ajakan Menkeu Agar Pelaku Usaha Meminjam Ke Bank Dipertanyakan

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 27 Maret 2021 00:17 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bunga Kredit Masih Double Digit, Ajakan Menkeu Agar Pelaku Usaha Meminjam Ke Bank Dipertanyakan

PUBLIKSATU - Dorongan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada masyarakat untuk melakukan pinjaman uang ke bank seorang terbitnya kebijakan stimulus perpajakan dirasa aneh.

Pernyataan Sri Mulyani yang disampaikan di acara temu stakeholder PEN di Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut justru dipertanyakan oleh anggota Komisi IX DPR RI Kamrussamad lantaran bunga kredit masih dua digit.

“Bunga kredit masih double digit, apa mungkin pelaku usaha mau pinjam?” ucap Kamrussamad dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/3).

Politisi Partai Gerindra ini mengurai walaupun BI Rate 3,5 persen tapi landing rate ke para pelaku usaha double digit. Hal itu dikarenakan adanya cost of funds yang masih tinggi yang dipengaruhi beberapa faktor tingkat suku bunga yang dibayar.

"Komposisi dari portofolio sumber dana, ketentuan mengenai cadangan wajib minimum (reserve requirement) service cost, pajak atas bunga, tahun efisiensi, dan faktanya Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan lebih banyak berasal dari deposito jangka menengah dan panjang,” katanya.

Dia menambahkan demand site belum meningkat signifikan, pengajuan kredit oleh masyarakat ke perbankan bisa meningkat apabila pasar sektor riil bergairah.

“Bunga kredit single digit sangat membantu kepercayaan dunia usaha. Karena itu, pemerintah harus tetap melanjutkan insentif tunai melalui perlindungan sosial untuk memompa/push daya beli masyarakat agar demand site meningkat. Sehingga produksi bisa meningkat,” tandasnya.

Bagikan