Nasional

Terorisme Gunakan Agama Hanya Sebagai Kedok, Seperti Koruptor

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 6 April 2021 04:39 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Terorisme Gunakan Agama Hanya Sebagai Kedok, Seperti Koruptor

PUBLIKSATU - Terorisme yang belakangan masih terjadi di tanah air, bukanlah berasal dari ajaran agama tertentu.

Sebab, terorisme merupakan bagian sesat pikir dari sekelompok orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk menghalalkan segala cara.

Begitu disampaikan Yohanes Handojo, tokoh agama Katolik dalam acara sarasehan kebangsaan ke-42 Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) bertajuk "Aksi Teror Mengapa Terulang Lagi?" pada Senin (5/4).

"Tidak ada agama manapun di Indonesia yang mengajarkan umat atau jamaahnya menyakiti diri sendiri atau merugikan orang lain," kata Yohanes.

Yohanes menegaskan, aksi-aksi teror yang dilakukan oleh para teroris itu hanyalah gerakan tidak manusiawi yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan tertentu.

"Terorisme memakai ajaran agama sebagai kedok untuk mencapai tujuannya," tuturnya.

"Sebagaimana halnya apabila orang melakukan tindakan korupsi, maka itu tidak ada hubungan dengan agama yang dianut oleh koruptor tersebut," demikian Yohanes.

Bagikan