La Bakry Rakor Bersama Kementerian Bahas Penanganan dan Pencegahan TKI
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Bupati Buton Drs. La Bakry, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi dengan lintas kementerian/lembaga dan Pemda yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu pagi 7 April 2021 di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat.
Rakor yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini membahas tentang penanganan dan pencegahan WNI (Warga Negara Indonesia) yang bekerja sebagai awak kapal ikan di Sabah, Malaysia.
Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Andy Rachmianto mengatakan rapat ini bertujuan untuk mengakselerasi tindak lanjut penanganan dan penanggulangan kasus penculikan WNI yang bekerja sebagai awak kapal ikan di Sabah, Malaysia yang sering berulang kali terjadi, serta mencarikan solusi alternatif dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di daerah asalnya.
"Hari ini kita duduk bersama untuk berkoordinasi terkait bagaimana upaya kita dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dalam rangka melindungi WNI kita yang bekerja sebagai awak kapal ikan asing di wilayah Sabah, Malaysia. Dua hari lalu kita menyaksikan 4 sandera terakhir yang ditawan oleh kelompok Abu Sayyaf di wilayah Filipina selatan dan kemarin Menlu RI sudah menyerahkan 4 WNI kepada keluarganya masing-masing," ujarnya.
"Alhamdulillah sudah tidak ada lagi WNI yang disandera di Filipina selatan. Kasus tersebut merupakan gambaran ada 54 kasus penyanderaan terhadap WNI khususnya anak buah kapal yang mayoritas di wilayah Filipina Selatan di perairan Sabah ada sekitar 40 kasus, 4 orang di Somalia, ada 3 orang di Republik Kongo, dan 3 orang di Gabon yang semuanya sudah bisa kita selesaikan. Tentunya semua yang kita lakukan merupakan gambaran kasus-kasus yang terjadi di Filipina Selatan. Yang perlu kita lakukan sebagai wakil negara yakni kementerian/ lembaga, kita mengharapkan khususnya mitra kerja kita TNI, maupun Badan Intelijen Negara melalui krisis center, alhamdulillah sudah berbuah hasil, kita sudah bisa menyelesaikan kasus anak buah kapal yang disandera," tambah Dirjen.
Lebih lanjut, Andy mengatakan pada saat ibu Menlu menyerahkan 4 orang WNI yang disandera terakhir, ada tiga hal yang disampaikan terkait upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu memperkuat pengamanan di perairan Sabah oleh 3 pilar otoritas Malaysia, Indonesia dan Filipina, memberikan imbauan kepada para nelayan untuk berhati-hati, khususnya awak kapal ikan di sekitar perairan Sabah untuk terus membangun komunikasi dengan para pemilik kapal dan upaya pengembangan ekonomi di negara/ wilayah asal nelayan-nelayan tersebut.
"Saya sempat berkomunikasi dengan 4 sandera kemarin, mereka mendapat pesan dari para kelompok Abu Sayaf untuk tidak lagi mencari ikan di perairan Sabah. Terakhir tentunya upaya pengembangan ekonomi di negara asal nelayan-nelayan kita tersebut. Terkait yang yang ketiga ini Kemenlu sudah menjajaki kerja sama dengan KKP, sudah pernah ada kunjungan sebelum Covid-19 namun karena pandemi tahun lalu, sudah ada program pemberdayaan masyarakat di kampung nelayan namun tertunda semoga bisa dilanjutkan setelah kita semua divaksin," ujarnya.