Berita Terkini
Tajuk

Tembaana Bula

Oleh Irwansyah Amunu · Senin, 12 April 2021 19:58 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Tembaana Bula

Catatan: Irwansyah Amunu

RAMADAN 1442 H segera tiba. Seperti biasa, penentuan awal Ramadan di Indonesia dilakukan rukyat hilal.

Rukyat hilal atau memantau terbitnya bulan pada awal dan akhir Ramadan lazimnya dilakukan dibeberapa titik disejumlah daerah Indonesia. Jika terlihat bulan, maka sidang isbat Kemenag memutuskan dimulainya puasa, 1 Ramadan.

Bicara soal pengamatan hilal di Benteng Keraton Buton, saat masa kesultanan pengamatan hilal disebut dengan Tembaana Bula. Tradisi yang dulu pernah dilakukan di Negeri Khalifatul Khamis, namun sekarang sirna.

Secara singkat, salah seorang budayawan Buton, Dr La Ode Abdul Munafi pernah menjelaskan, Tembaana Bula (harfiah memembak bulan) diadakan untuk menandai jatuhnya 1 Radahan dalam tradisi Islam Buton berupa tembakan meriam setelah dilakukan pengamatan hilal. Praktek ini dilakukan selama masa kesultanan.

Munafi yang juga akademisi Unidayan ini menambahkan, perhitungan hilal dilakukan Moji Tungguna Bula. Pengamatan hilal oleh para Bonto Yinunca dan Tamburu Limaanguna bertempat di Galampatana (Benteng Keraton).

Hal yang sama juga dilakukan di Benteng Sorawolio dan Benteng Baadia. Dititik mana hilal terlihat, disana dibunyikan bedil, dari tempat tersebut kemudian disusul di dua titik lainnya bersahut-sahutan, diiringi tabuhan tamburu atau genderang.

Bagikan