Digitalisasi Pelabuhan
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
ERA industri 4.0 meniscayakan adanya digitalisasi. Termasuk upaya mendukung navigasi nelayan sekaligus menunjang keselamatannya.
Soal ini, saya dikirimkan siaran pers dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI oleh Kepala LPTK Wakatobi, Akhmatul Ferlin.
Dalam siaran pers menyebutkan, KKP terus melengkapi hal-hal teknis untuk mendukung implementasi program terobosan berupa peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub-sektor perikanan tangkap. Salah satunya menerapkan penggunaan teknologi Automatic Identification System (AIS) pada kapal perikanan.
Kegiatan penerapan teknologi AIS berlangsung di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, setelah sebelumnya digelar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Banten. Terdapat 10 kapal perikanan di PPS Cilacap yang dipasangi teknologi hasil penelitian Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan Wakatobi tersebut.
"Kami melakukan sosialisasi kegunaan dan penggunaan AIS bagi nelayan yang dihadiri pemilik dan nakhoda kapal perikanan," ujar Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi (Pusdatin) KKP, Budi Sulistyo dalam keterangan resmi KKP, Jumat (9/4/2021).
Cara kerjanya, AIS akan menginformasikan kepada sistem pemantau yang ada di pelabuhan lokasi kapal berada dan akan memberikan respon cepat apabila terjadi kondisi darurat. Dengan demikian, keselamatan nelayan saat melaut lebih terjamin dan penangkapan ikan di luar kawasan izin kapal dapat dicegah.