Menko Airlangga: 2021, Tahun Terpenting Dalam Pemulihan Covid-19 Dan Ekonomi
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Pada tahun 2021 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran 699,4 triliun untuk penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pengelolaan kesehatan menjadi prioritas utama.
Program perlindungan sosial difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Dukungan kepada UMKM dan pembiayaan perusahaan serta insentif bisnis dikucurkan untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi.
UU Cipta Kerja yang mulai berlaku tahun 2020 lalu, menjadi jembatan antara program mitigasi Covid-19 dan reformasi struktural jangka panjang. UU ini akan mempermudah, menyinkronkan dan mengefektifkan peraturan yang terlalu besar yang seringkali menghambat kegiatan bisnis Indonesia.
Mulai Juli 2021, proses perizinan usaha akan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pemerintah telah membentuk Indonesia Investment Authority (INA) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk membantu pemerataan ekonomi.
Serangkaian kebijakan pemerintah itu dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di hadapan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Australia, ketika menjadi narasumber dalam “The Forum: Indonesia Rising” yang diselenggarakan PPI Melbourne University secara virtual, Sabtu (24/4).
"Tahun 2021 ini akan menjadi tahun terpenting dalam pemulihan Covid-19 sekaligus perekonomian Indonesia. Pemerintah yakin ekonomi Indonesia akan rebound di kisaran 4,5% hingga 5,5% tahun ini," ujar Airlangga.
Di tengah risiko new wave di beberapa negara serta varian baru Covid-19, tren harian kasus aktif di Indonesia terus menurun. Saat ini Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari global dan recovery rate yang lebih tinggi dari global.