Kabanti Punah
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
MASYGUL. Ini perasaan saya begitu mengetahui tidak ada lagi generasi Buton sekarang yang bisa menciptakan kabanti.
Kabanti adalah karya Sastra khas Buton. Menggambarkan ketinggian kesusastraan Buton masa lalu.
Menurut saya, kenyataan ini perlu menjadi perhatian serius semua stakeholder terkait. Apalagi bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.
Budayawan Buton, Dr La Ode Abdul Munafi pernah menjelaskan, Kabanti adalah nyanyian syair atau sajak puisi. Dibaca dengan didendangkan. Selalu gunakan judul metafora. Sangat sastrawi. Contohnya Paiasa Mainawa.
Munafi mengaku syair Kabanti seperti tersurat dalam naskah, mungkin tidak ada lagi yang bisa membuatnya. Tapi kalau kabanti (tanpa teks tulis yang diiringi petikan gambus) masih bisa kita saksikan beberapa waktu terakhir. Jumlahnya tidak banyak.
"Refleksi pengetahuan keagamaan orang Buton dewasa ini, khususnya ilmu tasawuf sepertinya tidak ada lagi yang ditulis. Memang disadari dalam tranformasi peradaban Buton ada missing link dalam hal tradisi tulis," bebernya.