Nasional

Meningkat Tajam, Pemerintah Waspadai Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Di 11 Provinsi

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 11 Mei 2021 05:36 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Meningkat Tajam, Pemerintah Waspadai Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Di 11 Provinsi

PUBLIKSATU.CO - Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap 11 dari 30 Provinsi pelaksana PPKM Mikro yang mengalami kenaikan kasus harian Covid-19. Bahkan, ada 5 provinsi dengan tren kenaikan cukup tajam, yaitu: Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Rapat Kabinet Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/5).

“Kenaikan tren tambahan konfirmasi kasus harian menyebabkan 7 provinsi mempunyai Bed Occupancy Ratio (BOR) > 50% (per 8 Mei 2021), yaitu di Sumatera Utara (63,4%), Riau (59,1%), Kep. Riau (59,9%), Sumatera Selatan (56,6%), Jambi (56,2%), Lampung (50,8%), dan Kalimantan Barat (50,6%),” terang Airlangga.

“Sebagian besar provinsi di Sumatera mempunyai BOR tinggi, terutama tempat pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI),” tambah Airlangga.

Selain itu, BOR di RS Wisma Atlet Kemayoran sudah mencapai persentase cukup rendah yaitu 21,47% atau hanya terisi 1.287 tempat tidur (TT) dari kapasitas sebanyak 5.994 TT.

Tak dipungkiri, selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, mobilitas penduduk secara nasional mengalami tren naik pada 7 hari terakhir di awal Mei 2021. Tiga provinsi dengan mobilitas tertinggi yakni Maluku Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan, tiga provinsi dengan mobilitas terendah adlah: Bali, D.I. Yogyakarta, dan Kepulauan Riau (daerah yang mengandalkan pariwisata).

Mobilitas penduduk di 6 provinsi di Pulau Jawa juga mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Fitri. Penerapan protokol kesehatan (Prokes) 3 M juga telah diterapkan secara ketat, terutama di mall dan fasilitas umum lainnya yang kemungkinan didatangi masyarakat.

Bagikan