Fahri Hamzah: Kalau Mau Berantas Korupsi Jangan Intip Amplop Kecil, Intip Audit!
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai salah satu syarat alih status pegawai di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ASN nyatanya disambut baik berbagai kalangan.
Salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah yang menilai TWK merupakan bagian dari proses transisi KPK menjadi lembaga antirasuah yang fokus melakukan audit sebagai dasar untuk menemukan indikasi korupsi.
"Jadi kalau saya seperti surat, saya katakan ini waktunya mengucapkan selamat tinggal lah kepada yang lama. Biarin ini generasi baru lebih banyak, anak muda yang idealis, lebih jago, yang ngerti itu kasus. Sudah selesai lah sensasi-sensasi itu," kata Fahri kepada wartawan, Selasa (14/6).
Sensasi-sensasi yang dimaksudkan Fahri merujuk pada banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga antirasuah di periode terdahulu.
Menurutnya, KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan OTT. Dia meyakini, KPK kekinian bakal lebih berorientasi kepada audit.
"Kalau kita pinginnya sensasi lagi, tangkap sana, tangkap sini, kemungkinan sudah nggak banyak lagi, karena orientasinya dari ngintip ke audit. Sebenarnya itu yang benar," jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengkritik kinerja KPK yang disebutnya selama ini mengintip amplop ketimbang melihat audit.