Nyala Aston dan Kepton
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
LAWATAN dua hari berkunjung di Baubau, akhirnya Jumat (18/6), Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama rombongan menginjakkan kaki di Kantor Buton Pos.
Diberi kesempatan bertanya, dua hal yang saya sampaikan, soal Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) dan Aspal Buton (Aston). Lama sudah warga di eks Kesultanan Buton ini memimpikannya namun hingga kini belum kesampaian.
Begitupun Aston. Depositnya banyak tapi seolah belum memberikan berkah. Pemerintah lebih melirik aspal impor ketimbang aspal dalam negeri, Aspal Buton.
LaNyalla mengaku tidak ada masalah dengan Kepton. Ganjalannya hanya moratorium dari Pemerintah Pusat. Jika moratorium dibuka, Kepton didorong.
Berkaitan dengan pembentukan daerah otonom baru, Lanyalla mengaku selama ini selalu berkoordinasi dengan Wapres, KH Ma’ruf Amin. Aspirasi dari daerah langsung disampaikan.
Tentang Aspal Buton, LaNyalla mengatakan Aspal Buton akan genap berusia 100 tahun atau 1 abad pada tahun 2024. Dia merasa Indonesia belum bisa memaksimalkan potensi alam yang ada di Bumi Seribu Benteng tersebut karena lebih banyak melakukan impor untuk kebutuhan aspal dalam negeri.
"Aspal Buton tidak dipakai di negara sendiri. Malah impor untuk bangun infrastruktur. Harusnya media menuntut hal itu, agar aspal Buton memberi manfaat dan kesejahteraan bagi rakyat Buton," ucapnya.