Konfirmasi Covid-19 di Buton Meningkat, RSUD Kekurangan Tenaga Perawat

PUBLIKSATU, BUTON - Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton dilaporkan kekurangan tenaga kesehatan untuk merawat pasien positif Covid-19 di kamar isolasi. Kekhawatiran kurangnya tenaga kesehatan itu muncul menyusul ada lonjakan konfirmasi positif covid di Buton.
"Menangani covid di ruang khusus isolasi itu hanya kurang lebih 20. Itu pun di bagi-bagi sift-sift per 12 jam, ada yang delapan jam. Kalau dokternya cukup. Yang kurang ini para perawatnya," ujar Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code belum lama ini.
Ramli menjelaskan, selain kekurangan perawat, RSUD juga butuh tambahan kamar isolasi. Hanya saja, penambahan kamar tentu harus ditopang dengan tenaga perawat yang memadai.
"Tantangan besarnya adalah tenaga. Karena begitu tambah ruangan harus tambah tenaga kamar isolasi. Karena tenaga kamar isolasi beda dengan kamar lain. Bayangkan kalau dijaga per delapan jam. Kalau dia pake baju APD. Sejatinya delapan jam itu dia tidak buka-buka. Dia tidak makan, tidak minum, tidak buang air kecil, tidak buang air besar. Jadi itu jangan dianggap ringan. Petugas kamar isolasi. Petugas covid. Makanya itu ada insentif," ujarnya.
"Belum lagi tantangan tertular dari pasien. Itu sangat besar sekali kemungkinannya. Bayangkan kalau hanya bertiga jaga tadi," tambahnya.
Peliput: Agusrin