Sjafei Kahar Berharap Kepton Mekar di Era Ali Mazi
Bagikan

PUBLIKSATU, SULTRA - Mantan Bupati Buton, Ir H LM Sjafei Kahar mengapresiasi Gubernur Sultra, Ali Mazi yang mengurai perjuangan Kepton.
Apresisai kepada Sekber di bawah Samsu Umar Abdul Samiun sehingga bisa menyelesaikan
persyaratan administrasi sesuai Undang-Undang, sehingga tercatat sebagai salah
satu usulan di Pemerintah Pusat.
Diakui, kabupaten Buton sebenarnya hanya bisa dua kali mekar, kalau tidak didesain cakupan wilayahnya dengan pembentukan desa dan kecamatan baru. Pemekaran pertama melahirkan Kota Baubau, Pemekaran kedua melahirkan Bombana dan Wakatobi. Setelah lahir Baubau, Bombana, dan Wakatobi apabila tidak ditata kecamatan-kecamatan
di Indonesaia, maka waktu itu jumlah kecamatan di Buton tinggal sembilan.
Masing-masing, di Buton Selatan dua kecamatan,Batuga dan Sampolawa. Buteng hanya tiga kecamatan, Gu, Lakudo,dan Mawasangka (Gulamas). Buton, empat, Kapontori, Lasalimu,
Lasalimu Selatan, dan Pasarwajo.
“Jadi tidak mungkin lagi akan dimekarkan ketiga kalinya. Tapi kenapa waktu itu, memang pada waktu itu kami sudah menata di periode pertama, desa dan kecamatan.
Disamping mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, juga untuk berjaga-jaga jangan
sampai Kabupaten Bombana dan Muna tidak mau bergabung,” beber Sjafei ketika menjadi pembicara dalam Laju Kepton, Sabtu (10/7) malam.
Maka ada calon Buteng, dan Busel karena sudah 21 kecamatan. Dari sembilan menjadi 21
kecamatan. Tuntas pada 2005 di periode pertama Sjafei menjabat.
Oleh sebab itu, pada 2007 di periode keduanya sebagai bupati, dan Umar Samiun sebagai ketua DPRD, sudah memulai memproses Buteng dan Busel.
“Kami dapat menghadirkan Komisi II lengkap seluruh fraksi pada 2009 dipimpin Eka Santosa dari PDIP. Lalu Maret 2010 hadir lagi Komisi II dipimpin Ganjar Pranowo
yang sekarang Gubernur Jateng. Dan 2010 sudah disetujui DPR RI untuk diusul ke presiden SBY.