Hasil Swab Positif Covid-19, Mayat Pasien Dirampas Paksa Keluarga

PUBLIKSATU. BURANGA- Setelah berjuang melawan virus Covid-19, Budianto akhirnya menghembuskan napas sekitar pukul 03.22 WITA dini hari di Puskesmas Kecamatan Wakorumba Utara. Karena istri dan keluarga pasien tidak terima proses pemakaman harus sesuai prosedur standar wabah Covid-19, akhirnya mayat almarhum dirampas paksa keluarganya, Rabu (11/8/2021) sekitar pukul.
Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut), Zhamani, Skep, Ns, melalui sambungan telepon, Rabu (11/8/2021) sekitar pukul 23.30 WITA.
Zhamani menjelaskan latar belakang sebelum pasien diterima untuk dirawat di Puskesmas Wakorumba Utara. Almarhum datang diantar keluarganya sekitar pukul 22.00 WITA lewat Unit Gawat Darurat (UGD). "Masuk dengan keluhan panas tinggi dan kesadaran menurun. Sebelum masuk di ruang UGD, di depan UGD kami Swap Antigen ternyata hasilnya reaktif atau positif Covid-19," ungkap nya.
Setelah itu, Zhamani memberikan penjelasan kepada pihak keluarga bahwa almarhum positif menderita Covid-19 sesuai hasil Swab Antigen. Untuk menyakinkan keluarga pasien, petugas Satgas Covid-19 Puskesmas Wakorumba Utara memperhatikan hasil Swab Antigen nya. "Istri dan keluarganya belum percaya. Kami sampaikan disini kami tidak mengada-ngada ini hasil swabnya, lihat sendiri," pungkas nya.
Zhamani mengatakan bahkan istri almarhum tetap bersikukuh bahwa suaminya meninggal bukan karena Covid-19. Karena setelah melihat beberapa tanda benjolan merah seperti bisul di belakang dan di samping badan almarhum sehingga berkesimpulan suaminya meninggal di makan parakang (bahasa lokal, red). "Terbesit dalam hati saya (Zhamani, red) kalau ini penyakit non medis kenapa di bawa ke sini (Puskesmas Wakorumba Utara, red), kenapa tidak di bawa ke dukun saja, tapi ini dalam hati saya. Sementara hasil Swab Antigen positif Covid-19, tapi istrinya dia tidak akui ungkap nya.
Begitu pagi pukul 06.00 WITA, lanjut Zhamani, datang lagi keluarganya lalu diskusi, kesimpulan nya mereka sudah sepakat bahwa proses penanganan jenazah akan dilakukan sesuai Protokol Covid-19. Sebab istri almarhum, keluarga suami nya, dan Polsek Wakorumba Utara juga hadir dua orang. Setelah itu, Zhamani mengusulkan pada pihak keluarga almarhum agar menghadirkan pak imam dari kampung.
"Namanya kita ini Buton Muna, ada proses adat. Kita menunggu pak Imam dan keluarga nya tiba pukul 10.00 pagi. Saya sampaikan jenazah ini kita cepat urus sebelum shalat duhur sudah selesai, ada yang menggali kubur, mengukur jenazah, menggunting kain kafan," kata Zhamani.