Blokir Jalan, Masyarakat Muna Minta Perbaikan Jalan Raha-Wakuru

PUBLIKSATU, MUNA - Sudah hampir sepekan jalan poros Raha - Wakuru dari Desa Bea sampai Desa Wakumoro diblokir oleh masyarakat menggunakan pohon kayu dan batu. Penutupan jalan tersebut merupakan bentuk kekesalan masyarakat terhadap pemerintah yang tidak memperhatikan kerusakan jalan poros Raha - Wakuru.
Akibatnya suluruh akses transportasi baik yang menggunakan roda dua dan roda empat menjadi lumpuh total. Sejumlah kendaraan Dinas pun disandera oleh massa sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Provinsi.
Dengan kejadian itu, Bupati Muna Rusman Emba didampingi Kapolres Muna dan Kajari Muna menemui masyarakat yang melakukan pemblokiran jalan Poros Raha - Wakuru di tiga desa yaitu Desa La Iba, Desa Wakumoro dan Desa Bea. Kehadiran Bupati Muna bersama rombongan melakukan komunikasi dengan masyarakat agar jalan yang diblokir dapat dibuka. Pasalnya proses pengerjaan tersebut akan dimulai.
"Persoalan jalan ini adalah persoalan kita bersama, awalnya kami melakukan komunikasi dengan pihak Provinsi bahwa anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan Rp 10 M, kita merasa tenang karena bisa tersahuti semua, tetapi ternyata dianggarkan cuma Rp 6,5 M. tetapi untuk fungsionalnya jalan ini akan ditimbun semua. Dibentuk bahu jalan dan ada LPAnya diatas," ujar Bupati Muna Rusman Emba di hadapan masyarakat Wakumoro, Senin, 16/08/2021.
Bupati mengatakan, bahwa dirinya telah menghubungi Kadis PU Provinsi bahwa Kadis akan perjuangkan di penambahan anggaran di APBD Perubahan dalam bentuk pemeliharaan rutin.
"Kemarin saya sudah bicara dengan Kadis PU Provinsi, dia mengatakan bahwa dia akan perjuangkan dalam APBD Perubahan dalam bentuk pemeliharaan rutin, makanya saya mengajak kepada masyarakat di APBD Perubahan kita kawal sama-sama," timpalnya.
Olehnya itu, dirinya berjanji dalam Pembahasan APBD Perubahan nantinya akan melakukan komunikasi dengan pihak Provinsi agar pengaspalan jalan poros Raha - Wakuru dapat dialokasikan melalui APBD Perubahan.