Inovasi Suarmawati di Dinas PPKB Baubau (2). PUS Diedukasi, Konseling Gunakan Aneka Trik

TOTAL Fertility Rate (TFR) atau angka pertumbuhan penduduk adalah salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pengendalian penduduk. Bagaimana kiat Suarmawati, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau agar angkanya sesuai target nasional. Simak ulasan wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu berikut ini.
Ibu menyebut awalnya 2,86 kemudian ditargetkan menjadi 2,6 berarti ada penurunan sebanyak 0,26 dari posisi awal, sementara jadi target nasinal 2,28 berarti dari 2,6 ke 2,28 masih ada rensnya. Berikutnya, tahun 2019 sudah ada Renstra. Setelah ibu ada disana, apa Renstra yang dilakukan supaya bisa mencapai angka ideal sebagaimana target nasional?
Setelah saya masuk dengan mengimplementasikan program di ketiga bidang itu, pertama, yang saya lakukan untuk menurunkan nilai TFR PLKB (Penyuluh KB) yang notabene corong saya yang mengedukasi yang mengkonseling masyarakat supaya bisa ikut KB. Saya melakukan evaluasi kepada mereka setiap bulan.
Setiap tanggal 15 saya melakukan evaluasi 40 PLKB yang tersebar di 43 kelurahan. Saya mengevaluasi capaian mereka, di awal Januari saya sudah berikan target.
Saya menargetkan di 2020 peserta baru KB 87 persen, sementara peserta aktif 90 persen. Hitungan saya dengan posisi itu angka TFR akan menurun.
Nah, dengan upaya saya setiap bulan tanggal 15 evaluasi PLKB. Keberhasilan penyuluh, keberhasilan BKKBN dari keikutsertaan orang ber-KB. Kita berbicara apa pun endingnya adalah bagaimana orang tertarik ikut KB.
Dan alhamdulillah bisa berjalan mulus dan teralisasi dengan bagus.