Inovasi Suarmawati di Dinas PPKB Baubau (3). Stabilitasi Angka Ibu Hamil Dimasa Pandemi

TIDAK mudah bekerja pada masa pandemi Covid-19, namun bukan berarti abai dengan tanggungjawab. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau, Suarmawati membuktikannya. Apa yang dilakukan untuk menstabilitasi lonjakan penduduk? Secara detil disampikan kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.
Berarti dengan kata lain beberapa kecamatan di Kota Baubau karakterstik berbeda-beda?
Berbeda-beda. Ya.
Yang paling terasa di Palabusa, Sorawolio, dan Bungi, wilayah ini di daerah pinggir Kota Baubau. Perbedaan dengan di daerah inti, apa Bu?
Kalau di daerah inti, misalnya Betoambari, kemudian Batupoaro, Murhum, keinginan masyarakatnya untuk ber-KB cukup tinggi. Mungkin karena banyak PNS yang rata-rata tingkat kesibukannya diluar lebih besar daripada untuk mengurus anaknya. Jadi keinginan ber-KB lebih besar.
Kemudian kedua, mereka rata-rata menggunakan alat kontrasepsi metode jangka panjang, contohnya implan, audik, dibandingkan dengan empat kecamatan tadi. Mereka menggunakan alat kontrasepsi jangka rendah, jangka pendek. Sperti pil atau suntik. Karena suaminya berada di luar, miaslnya merantau, jadi mereka lebih memilih yang alat kontrsepsi jangka pendek.
Kalau melihat dari melihat karakteristik kecamatan, bicara TFR (Total Fertility Rate) atau angka pertumbuhan penduduk berbeda-beda, yang paling tinggi dimana?