Inovasi Suarmawati di Dinas PPKB Baubau (5). Kampung KB Plus Kampung Nelayan, Diganjar Penghargaan dari BKKBN Pusat

BOLEH saja letak Kota Baubau jauh dari Ibu Kota RI, Jakarta, tapi jangan lihat sebelah mata terobosannya. Terbukti karena inovasi dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Suarmawati, Kota Benteng Terluar di Dunia ini diganjar penghargaan dari BKKBN Pusat. Lebih jauh dijelaskan Suarmawati kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.
Bisa dijelaskan tentang Kampung KB?
Kampung KB adalah salah satu program nasional, dibiayai Pusat. Sasarannya untuk mengendalikan penduduk diwilayah tersebut dengan mengkombinasikan delapan fungsi keluarga, yaitu ada fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi pendidikan, fungsi ekonomi, dan
fungsi reproduksi.
Karena mengkolaborasikan jadi ada sinergitas dengan OPD lain untuk membuat Kampung KB dapat maju, berhasil. Jadi ada peran dari OPD-OPD lain, bukan hanya PPKB supaya tercapai programnya. Itu secara umum.
Saya mencoba mengkolaborasikan peran dari CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu perusahaan-perusahaan diwilayah itu untuk membantu mereka dalam menggerakkan ekonomi yang ada diwilayah Kampung KB tersebut.
Kemarin di Kalia-lia, PLTG ada, saya buatkan supaya mereka melakukan pendampingan Kampung KB yang ada disitu. Alhamdulillah mereka mau dan terjadi perubahan yang signifikan.
Artinya juga membantu pemerintah mengurangi APBD yang kita pakai untuk Kampung KB tersebut.