Menutup Rangkaian Pidato Para Ketum Parpol, Pidato AHY Menjadi Sorotan Lintas Negara
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menutup rangkaian pidato para Ketua Umum partai politik dalam rangka 50 tahun CSIS.
Tampil sebagai Ketua Umum Parpol yang paling muda, AHY menekankan tentang perlunya memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa untuk mencapai puncak kejayaan bangsa pada tahun 2045, 100 tahun setelah Indonesia merdeka.
Sudut pandang yang diambil AHY ini mengundang komentar Prof. Sulfikar Amir, dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
"Sangat-sangat menarik. Mas AHY menyentuh beberapa isu krusial seperti pandemi, kualitas demokrasi yang menurun, efek disrupsi hingga buzzer," Kata Prof. Sulfikar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (25/8).
Menurut ilmuwan yang lahir dan besar di Makassar, Sulawesi Selatan ini, isi pidato putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu telah memberikan pencerahan untuk pengembangan bangsa dan negara.
"Mas AHY sudah benar mengatakan mengenai resiliency (daya tahan), sebagai kapasitas yang harus dimiliki oleh suatu bangsa seperti Indonesia," imbuhnya.
Prof. Sulfikar berpendapat, akan menarik jika soal resiliensi yang disinggung sosok yang kerap disapa AHY itu bisa diperkuat melalui peran-peran institusi. Karena dia melihat persoalan resiliensi sebagai domainnya Partai Demokrat sebagai partai politik.