Dokter Frederik: Kalau Ada Limbah B3 Di TPA Sampah Busoa, Saya Pastikan Itu Bukan Dari RSUD Busel

PUBLIKSATU.CO, BUSEL- Menanggapi informasi yang beredar bahwa ada limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Selatan (Busel), ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Busoa, Kecamatan Batauga, Direktur RSUD Busel, Dokter (dr) Frederik T Allo membantah dengan tegas.
Kepada sejumlah rekan media, dr. Frederik menyampaikan bahwa hal itu merupakan informasi yang menyesatkan. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir RSUD Busel telah bekerjasama dengan salah satu perusahan swasta yang ada di Surabaya, Jawa Timur terkait pengelolaan limbah B3-nya. Oleh karena itu, informasi miring yang dialamatkan terhadap RSUD Busel itu sangat tidak berdasar dan merupakan sebuah kebohongan besar.
"RSUD Busel kita sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta yang ada di Surabaya, jadi limbah B3 kami oleh pihak perusahaan datang diambil di sini, di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang kami siapkan, selanjutnya mereka kirim ke Surabaya. Dan itu kami lakukan sejak RSUD ini berdiri, bukan nanti saat ini kami kerja sama. Oleh karena itu, jika benar ada limbah B3 ditemukan di TPA, saya pastikan bahwa itu bukan berasal dari RSUD Kabupaten Busel,” tegas dr. Frederik saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/9/2021).
Dijelaskan Frederik, limbah yang dianggap berbahaya dan beracun dari sampah medis ada dua kategori, yakni limbah cair yang pengelolaannya melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) dan limbah padat yang pengelolaannya dilakukan dengan dibakar. Dan untuk limbah cair RSUD Busel juga telah memiliki pengelolaan yang sesuai dengan prosedur dan kriteria sesuai ketentuan.
Terakhir, Frederik berharap agar masyarakat Busel tidak cepat termakan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Apalagi, dalam membangun sebuah daerah tentu akan diterpa isu-isu yang menyesatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan termakan isu yang dibangun oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Alangkah baiknya, informasi itu diselidiki dulu kebenarannya dengan mendatangi sumber-sumber yang berkompeten dalam hal ini kami sendiri di RSUD Busel,” tandasnya. (sr)