Berita Terkini
Nasional

KENZI, GIZI BURUK DAN PEMDA KITA

Oleh penyunting · Jumat, 24 Desember 2021 17:39 WIB · 2 menit baca
KENZI, GIZI BURUK DAN PEMDA KITA

Oleh: Erwin Usman

MALAM ini pukul 18.49 WiB saya menerima pesan whatsapp dari Bu Melani (Mey) Koordinator Posko Berbagi Baubau Sulawesi Tenggara. Isinya: adik Kenzi Albiasyah (14 bulan) baru saja menghembuskan napas di IGD RSUD kota Baubau. Lalu bu Mey video call dari ruang IGD. Di sana tampak adik Kenzi terbaring tenang. Juga ayah dan ibunya serta beberapa para medis. Kesedihan menyeruak di ruangan itu.

Saya gemetar memegang telepon. "Innalillahi wainna ilaihi rajiuun. Yang sabar Bu Mey. Juga ayah dan ibu Kenzi. Kita sudah berusaha tapi Allah lebih sayang adik Kenzi." Pelan saya menyampaikan ini. Dada saya sesak. Selepas video call saya terdiam lama. Lalu membacakan doa bagi adik Kenzi. Air mata saya menetes.

Kenzi meninggal dengan diagnosa gizi buruk, pneumonia dan vomitus.

SEJAK hari Minggu (19/12) Posko Berbagi Baubau menerima informasi dari keluarga tentang bayi laki-laki Kenzi yang tinggal di RT 002 Kelurahan Saragi Kecamatan Pasarwajo Kabupatren Buton, Sulawesi Tenggara. Sakitnya gizi buruk dan sesak napas. Keluarga butuh bantuan untuk akses ke fasiltas kesehatan. Ayah Kenzi seorang buruh bangunan. Ibunya bekerja di rumah. Kenzi anak bungsu dari 3 bersaudara. Satu-satunya laki-laki.

Tim Posko Berbagi kunjungi rumah orang tua Kenzi pada hari Senin (20/12) dan berencana akan jemput untuk rawat di kota Baubau pada Rabu. Hari Rabu (22/12) sekira jam 10.00 Wita Bu Mei bersama seorang rekan dokter menuju Pasarwajo. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Baubau.

Setelah dicek bersama dokter dan musyawarah bersama keluarga diputuskan adiik Kenzi dibawa ke kota Baubau untuk dirawat di RSUD Kota Baubau. Orang tuanya ikut serta. Sekira jam 15.00 Wita rombongan tiba di Posko Berbagi Baubau di Kelurahan Wajo, kondisi Kenzi memburuk. Demam dan sesak napas. Lalu diputuskan dibawa ke IGD RSUD.