57 Mahasiswa STIP Wuna Mengikuti KKN

RAHA.PUBLIKSATU-Sekolah Tinggi Pertanian Wuna (STIP Wuna) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XX Tahun Akademik 2021/2022. KKN kali ini diikuti sebanyak 57 mahasiswa dari lintas Program Studi yakni Budidaya Perairan, Kehutanan, Agribisnis, dan Agroteknologi.
Peserta KKN disebar di dua kecamatan yang ditempatkan di enam Desa. Di Kecamatan Lasalepa, mahasiswa KKN ditempatkan di Desa Lasalepa, Desa Labunti, Desa Bangunsari, dan Desa Labone, sementara di Kecamatan Napabalano ditempatkan di Desa Pentiro dan Desa Napalakura.
Disela-sela sambutannya, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Wuna H. Uking Djassa, S.H mengingatkan pentingnya peningkatan akreditasi baik institusi perguruan tinggi maupun program studi. Hal ini kerap disampaikan pada setiap kesempatan oleh ketua Yayasan, sosok alumni Fakultas Hukum Unhas yang saat ini menjadi unsur pimpinan DPRD Muna Barat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia pelaksana KKN Muhammad Bakri mengungkapkan terkait pemilihan lokasi KKN mempunyai pertimbangan tersendiri. Hal ini dipandang adanya keterkaitan antara potensi sumber daya desa yang terpilih dengan disiplin ilmu mahasiswa yang akan menjalani KKN. "Peserta KKN akan efektif berada di lokasi selama 30 hari yakni mulai 22 Januari hingga 20 Februari 2022," ujarnya.
Lanjut Bakri, menyoal oknum mahasiswa yang mempertanyakan rincian biaya KKN, hal ini sudah tersedia dalam schedule panitia pelaksana selaku pelaksana secara teknis kegiatan mulai dari survei lokasi sampai penarikan peserta. Terkait nominal biaya KKN yang dibayarkan mahasiswa sejumlah Rp 2 juta per mahasiswa merupakan keputusan rapat unsur pimpinan kampus bersama Ketua-Ketua Program Studi di lingkungan STIP Wuna.
"Dimana secara garis besar setelah dibreakdown terbagi secara keseluruhan mulai dari survei lokasi sampai dengan penarikan peserta KKN," terangnya. Kata dia, dana KKN dibayar di rekening khusus KKN sehingga dijamin akuntabilitas dan transparansinya.
"Karena itu, pasca-pelaksanaan kegiatan KKN kami akan membuat laporan termasuk didalamnya mengenai laporan penggunaan dananya. Saya menganggap bahwa dugaan mahasiswa ada kongkalingkong terhadap biaya KKN itu tidak benar," tegas Bakri.
Sebelum diterjunkan ke lokasi, peserta KKN juga dibekali dengan sejumlah materi dengan menghadirkan pemateri dari unsur pimpinan dalam hal ini Wakil-Wakil Ketua STIP Wuna, dan tidak ketinggalan menghadirkan Jasmanto Anggu, SP selaku Tenaga Ahli P3MD, alumni UNHAS dengan materi mengenai Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Peserta KKN juga dibekali panitia dengan disiapkan seorang supervisor dan dua pembimbing disetiap lokasi selama melaksanakan KKN. "Pembimbing yang mengantar peserta KKN di lokasi akan diterima langsung oleh pemerintah desa," ungkap Bakri.
Kepala BAAK ini tak lupa berpesan agar peserta KKN pandai-pandai bersyukur karena pada semester ini bisa digratiskan SPP melalui bantuan UKT/SPP dari Kemendikbudristek. "Hal ini berkat kerja keras Ketua STIP Wuna," tutupnya.