Berita Terkini
Baubau

Atlet Disabilitas Baubau Lega Bebas dari Diskriminasi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 3 Maret 2022 20:22 WIB · 2 menit baca
Atlet Disabilitas Baubau Lega Bebas dari Diskriminasi
MENDARAT: Salah seorang peserta lomba Pekan Paralympic Tingkat Kota Baubau mendarat di pasir arena lompat jauh stadion Betoambari. Tampak Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyaksikan pertandingan. (Foto: Texandi)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Penyandang Disabilitas Kota Baubau akhirnya bisa merasakan bebas dari diskriminatif olahraga. Menyusul, Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Pekan Paralympic untuk pertama kalinya.

Kejuaraan perdana bagi atlet-atlet Baubau yang memiliki keterbatasan baik fisik, intelektual maupun mental itu melombakan lima cabang olahraga yakni catur, lompat jauh, tolak peluru, lempar cakram, dan lempar lembing. Sekitar 50 atlet ikut dalam kompetisi yang direncanakan berlangsung hingga hari ini, Jum'at (4/3).

"Iven seperti ini rasanya hampir belum pernah kita lakukan. Ini sangat membanggakan," kata Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat memberikan sambutan sekaligus membuka Pekan Paralympic Kota Baubau tahun 2022, di stadion Betoambari, Rabu (2/3).

Ia pun memberikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Baubau yang tengah keterbatasan anggarannya masih mau mengalokasikan program kompetisi bagi kaum Difabel. Ini juga wujud komitmen Pemkot Baubau dalam memberikan ruang berekspresi kepada siapapun.

"Komitmen ini harus terus dijaga agar kita bisa memberikan layanan tanpa membeda-bedakan. Difabel bukan menjadi penghalang kita untuk diberikan haknya termasuk untuk berprestasi di ajang olahraga," ujar Ketua DPC PDI-Perjuangan Baubau ini.

Lebih jauh, Monianse mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas selama berlaga. Pun, para pengadil lapangan mesti menetapkan pemenang melalui penilaian obyektif. Sehingga, potensi semakin besar untuk mencetak duta-duta olahraga di Kota Baubau.

"Dalam pertarungan olahraga sejatinya tidak ada musuh, semua teman bermain. Seyogianya, semua harus saling menunjang, mendorong, dan mengangkat. Apalah artinya bangga menang curang, tapi di sekeliling kita dianggap tidak bernilai," kata Monianse.